MEMAHAMI  KETERAMPILAN DASAR VERSUS KONSEPTUAL PADA PENDIDIKAN MATEMATIKA

PENDAHULUAN

Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu upaya untuk memberikan pengetahuan, wawasan, ketrampilan dan keahlian tertentu kepada individu-individu guna mangembangkan bakat serta kepribadian mereka. Dengan pendidikan, manusia berusaha mengembangkan dirinya sehingga mampu menghadapi setiap perubahan yang terjadi akibat adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu dalam aspek pendidikan serta masalah pendidikan perlu mendapat porsi perhatian dan penanganan yang lebih baik, yang menyangkut berbagai masalah yang berkaitan dengan kualitas, kuantitas dan relevansinya.

Dalam pendidikan, peningkatan kualitas pembelajaran merupakan salah satu pilar penting untuk peningkatan mutu pendidikan secara keseluruhan. Upaya peningkatan mutu pendidikan adalah bagian terpadu dari upaya peningkatan kualitas manusia, baik aspek kemampuan, kepribadian, maupun tanggungjawab sebagai warga negara.

Pola pembelajaran yang berkualitas dan efektif sangat diperlukan oleh siswa, pola pembelajaran yang berkualitas dapat diterapkan dengan tidak menjadikan guru sebagai satu-satunya sumber ilmu yang tidak boleh dibantah, tetapi guru dan siswa merupakan dua bagian penting dalam tercapainya proses belajar yang sama-sama sedang menjalani proses belajar dan saling melengkapi

Namun kenyataannya dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan bukanlah suatu hal yang mudah. Fakta yang terjadi guru dianggap sebagai sumber belajar yang paling benar. Proses pembelajaran yang terjadi memposisikan siswa sebagai pendengar ceramah guru atau system one way communication. Akibatnya proses belajar mengajar cenderung monoton, membosankan dan menjadikan siswa malas belajar. Keterampilan dasar mengajar bersifat mendasar  dan harus dikuasai oleh tenaga pengajar dalam melaksanakan tugas mengajarnya. Keterampilan dalam memahami konsep dan arti masalah akan memudahkan dalam pembelajaran.  Pemahaman terhadap konsep dan struktur suatu materi menjadikan materi itu dipahami secara lebih komprehensif lain dari itu peserta didik lebih mudah mengingat materi itu apabila yang dipelajari merupakan pola yang berstruktur. Dengan memahami konsep dan struktur akan mempermudah terjadinya transfer.

 

 

PEMBAHASAN

A.   Pengertian Keterampilan Dasar dan Pemahaman Konseptual

Keterampilan dasar mengajar  (teaching skills) adalah kemampuan atau keterampilan yang bersifat khusus (most specific instructional behaviors) yang harus dimiliki oleh guru, dosen, instruktur atau widyaiswara agar dapat melaksanakan tugas mengajar secara efektif, efisien dan profesional (As. Gilcman,1991). Dengan demikian keterampilan dasar mengajar berkenaan dengan beberapa keterampilan atau kemampuan yang bersifat mendasar dan harus dikuasai oleh tenaga pengajar dalam melaksanakan tugas mengajarnya.

Menurut Jerome Bruner dalam teori-teorinya yaitu teori konstruksi, notasi, kekontrasan dan variasi, serta konektivitas menyatakan bahwa belajar matematika adalah belajar tentang konsep-konsep dan struktur-struktur matematika yang terdapat dalam materi-materi yang dipelajari serta mencari hubungan-hubungan antara konsep-konsep dan struktur-struktur itu. Pemahaman terhadap konsep dan struktur suatu materi menjadikan materi itu dipahami secara lebih komprehensif lain dari itu peserta didik lebih mudah mengingat materi itu apabila yang dipelajari merupakan pola yang berstruktur. Dengan memahami konsep dan struktur akan mempermudah terjadinya transfer. Dengan kata lain pemahaman konsep yaitu memahami sesuatu kemampuan mengerti, mengubah informasi ke dalam bentuk yang bermakna. (Asikin, 2004:11-14).

Dalam mengajar ada dua kemampuan pokok yang harus dikuasai oleh seorang tenaga pengajar, yaitu;

1)      Menguasai materi atau bahan ajar yang akan diajarkan (what to teach)

2)      Menguasai metodologi atau cara untuk membelajarkannya( how to teach)

 

B.    Langkah-langkah Penanaman Konsep Matematika

Langkah-langkah dalam menanamkan suatu konsep matematika berdasarkan penggabungan beberapa teori belajar Bruner antara lain teori konstruksi, teori notasi, teori kekontrasan dan variasi serta teori konektivitas adalah sebagai berikut.

  • Pengajar memberikan pengalaman belajar berupa contoh-contoh yang berhubungan dengan suatu konsep matematika dari berbagai bentuk yang sesuai dengan struktur kognitif peserta didik.
  • Peserta didik diberikan dua atau tiga contoh lagi dengan bentuk pertanyaan.
  • Peserta didik diminta memberikan contoh-contoh sendiri tentang suatu konsep sehingga dapat diketahui apakah peserta didik sudah mengetahui dan memahami konsep tersebut.
  • Peserta didik mencoba mendefinisikan konsep tersebut dengan bahasanya sendiri.
  • Peserta didik diberikan lagi contoh mengenai konsep dan bukan konsep.
  • Peserta didik diberikan drill untuk memperkuat konsep tersebut. (Herman Hudojo, 2003: 123).

 

C.  Hubungan Keterampilan Dasar dan Pemahaman Konseptual

Menurut Wahyudin (1999) lima kelemahan yang ada pada siswa sebagai penyebab rendahnya tingkat pencapaian siswa dalam menguasai konsep atau pokok bahasan matematika antara lain: kurang memiliki pengetahuan materi prasyarat yang baik, kurang memiliki kemampuan untuk memahami serta mengenali konsep-konsep dasar matematika (aksioma, definisi, kaidah, teorema) yang berkaitan dengan pokok bahasan yang sedang  dibicarakan, kurang memiliki kemampuan dan ketelitian dalam menyimak atau mengenali sebuah persoalan atau soal-soal matematika yang berkaitan dengan pokok bahasan tertentu, kurang memiliki kemampuan menyimak kembali sebuah jawaban yang diperoleh (apakah jawaban itu mungkin atau tidak), dan kurang memiliki kemampuan nalar yang logis dalam menyelesaikan persoalan atau soal-soal matematika. Oleh karena itu, kita harus memiliki pola berpikir yang tepat, akurat, rasional, dan objektif disamping dapat berpikir kritis. Kemampuan ini dapat dikembangkan melalui kegiatan pembelajaran matematika.

Ketepatan dan kelancaran dalam pelaksanaan keterampilan adalah kendaraan yang diperlukan untuk menyampaikan pemahaman konseptual. Sehingga hubungan keterampilan dasar dengan pemahaman konseptual berkaitan satu dengan yang lain. Tidak ada pemahaman konseptual dan keterampilan dasar pemecahan masalah di satu sisi dan “keterampilan dasar” di sisi lain. Juga tidak bisa satu mendapatkan mantan tanpa yang kedua.

 

KESIMPULAN

Dari uraian yang telah dipaparkan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa :

  1. Langkah langkah-langkah dalam menanamkan suatu konsep matematika yaitu dengan cara memberikan pengalaman belajar melalui contoh,  siswa didorong untuk merumuskan latihan di kata dengan tujuan  untuk membantu siswa memahami arti dari tugas tersebut, siswa dapat mendefinisikan konsep tersebut dengan bahasanya sendiri.
  2. Terdapat hubungan antara keterampilan dasar dengan pemahaman konseptual. Ketepatan dan kelancaran dalam pelaksanaan keterampilan adalah kendaraan yang diperlukan untuk menyampaikan pemahaman konseptual. Sehingga hubungan keterampilan dasar dengan pemahaman konseptual berkaitan satu dengan yang lain.
DAFTAR PUSTAKA

Kochhar. 1973. The teaching of history. (online), http:/www.google.com,

Affandi Zakaria dkk. 2005. Trend Pengajaran dan Pembelajaran Matematik. (online), http:/www.google.com,

http://onal-artikel.blogspot.com/2011/02/keterampilan-dasar-mengajar.html

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s