MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA
DI SEKOLAH DASAR

BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah

 Sejak puluhan tahun yang lalu perubahan baik dalam strategi mengajar maupun dalam kurikulum matematika sekolah telah mengalami perubahan yang banyak. Dahulu konsentrasi matematika  berada di sekolah, khususnya di sekolah dasar, terletak pada proses melakukan kalkulasi sehingga tertumpu pada latihan berhitung dan menghafal fakta-fakta. Sekarang pembelajaran matematika di sekolah dasar menekankan pada pemahaman konsep dasar matematika dan hubungan antar berbagai sistem bilangan. Bukanlah berarti ketrampilan berhitung sudah tidak diperlukan lagi, namun latihan dan hafalan itu akan lebih baik apabila dilandasi dengan pemahaman. Tanpa pemahaman ini, siswa akan kecil kemungkinannya dapat mengikuti perkembangan matematika dan kesulitan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan konstektual.

B.  Rumusan Masalah

1. Apakah matematika itu ?

2. Bagaimanakah anak belajar matematika ?

3. Bagaimanakah guru mengajar matematika ?

BAB II

PEMBAHASAN

A.  Apakah matematika itu?

Seringkali orang mempertukarkan matematika dan aritmetika (berhitung). Padahal aritmetika itu hanyalah bagian dari matematika yang berkaiatn dengan bilangan, termasuk didalamnya berhitung (komputasi). Oleh karena itu tidak sedikit orang bahkan guru yang berpandangan bahwa matematika itu sama dengan ketrampilan berhitung seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian dari bilangan bulat, pecahan, dan desimal. Mereka percaya bahwa melatih ketrampilan berhitung sudah mencukupi kompentensi yang diperlukan pada tingkat sekolah dasar. Matematika itu pada dasarnya bukan hanya sekedar berhitung, namun lebih luas daripada itu.

Matematika dapat dipandang sebagai ilmu tentang pola dan hubungan. Siswa perlu menjadi sadar bahwa diantara idea-idea matematika terdapat saling keterkaitan. Siswa harus mampu melihat apakah suatu idea atau konsep matematika identik atau berbeda dengan konsep-konsep yang pernah dipelajarinya.

Matematika diartikan juga sebagai cara berpikir sebab dalam matematika tersaji strategi untuk mengorganisasi, menganalisis, dan mensintesis informasi dalam memecahkan permasalahan. Seperti orang menulis sistem persamaan untuk menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu matematika dapat dipandang sebagai bahasa dan sebagai alat. Sebagai bahasa matematika menggunakan definisi-definisi yang jelas dan simbol-simbol khusus dan sebagai alat matematika digunakan setiap orang dalam kehidupannya.

B.  Bagaimana anak belajar matematika?

Matematika dapat diajarkan melalui: melihat, mendengar, membaca, mengikuti perintah, mengimitasi, mempraktekan, dan menyelesaikan latihan. Perlu diingat, bahwa itu semua mengundang peran-serta guru yang seimbang dalam membimbing dan mengarahkannya. Pengalaman akan benda-benda kongkrit yang dimiliki anak sangat membantu dalam mendasari pemahaman konsep-konsep yang abstrak. Guru harus terampil membangun jembatan penghubung antara pengalaman kongkrit dengan konsep-konsep matematika. Oleh karena itu peranan media pembelajaran, terutama alat peraga, memiliki peranan yang penting untuk kegiatan pembelajaran matematika di sekolah dasar.

C.  Bagaimanakah guru mengajar matematika?

  • Mulailah dari apa yang diketahui anak, bukan dari apa yang diketahui guru
  • Sajikan matematika dalam suasana menyenangkan
  • Beri siswa kesempatan sebanyak-banyaknya untuk berbicara, bekerja, dan menulis mengenai matematika.
  • Gunakan bahasa yang biasa (familier bagi anak) sebagai strategi awal
  • Padukan matematika dengan pelajaran lain
  • Manfaatkan rekayasa teknologi (kalkulator dan komputer)
  • Gunakan media pembelajaran yang mudah diperoleh dan menarik
  • Biasakan menyelesaikan suatu permasalahan dengan pendekatan problem solving
  • Biasakan siswa untuk aktif bekerjasama dalam kelompok (cooperative learning)

BAB III

PENUTUP

A.  Kesimpulan

           Matematika itu pada dasarnya bukan hanya sekedar berhitung, namun lebih luas daripada itu. Matematika dapat dipandang sebagai ilmu tentang pola dan hubungan. Matematika diartikan juga sebagai cara berpikir. Selain itu matematika dapat dipandang sebagai bahasa dan sebagai alat.  

           Matematika dapat diajarkan melalui: melihat, mendengar, membaca, mengikuti perintah, mengimitasi, mempraktekan, dan menyelesaikan latihan. Oleh karena itu peranan media pembelajaran, terutama alat peraga, memiliki peranan yang penting untuk kegiatan pembelajaran matematika di sekolah dasar.

DAFTAR PUSTAKA
Australian Education Council (1991). A National Statement on Mathematics for Australian School. Melbourne: AEC and The Curriculum Corporation.
Board of Study (1995). Mathematics Curriculum and Standard Framework. Carlton: Board of Study.
Ministry of Education (1988). The Mathematics Framework:P– 10. Victoria: Mathematics Centre of Curriculum Branch.
National Council of Teacher of Mathematics (1989). Curriculum and Evaluation Standard for School Mathematics. Reston, VA: National Council of Teacher of Mathematics

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s