Pada musim hujan seperti saat ini, sinar lampu di sepeda motor harusnya lebih terang. Apalagi jika dikendarai di bawah guyuran hujan lebat. Sebab cahaya bisa redup karena mika tertutup kabut atau permukaan lampu ditutupi kotoran. Makin parah lagi jika mika lampu mulai kusam dan retak. Gelap, bah!

Bukan hanya itu, kondisi cuaca kurang bersahabat, baiknya jangan pakai bohlam bening yang punya colour temperature (CT) tinggi macam bohlam halogen. Itu karena, cahaya kebiruan akan bias jika terkena air hujan atau kabut dan bikin jarak pandang jadi pendek. Mending gunakan foglamp atau lampu kabut yang pancaran sinarnya cenderung kuning.

Selain headlamp, lampu rem depan dan belakang wajib dilirik. Terutama sakelar di tuas rem depan atau belakang yang kadang setingannya sudah kurang pas. Sebab meski pedal rem tidak diinjak, lampu menyala terus. Akibatnya, bukan cuma boros setrum dan bikin panas bohlam, pengendara di belakang jadi bingung.

Mengatasinya, lakukan penyetelan ulang sakelar lampu rem belakang. Pada tipe bebek atau sport, posisi sakelar biasanya ada dekat footstep kanan. Menyetelnya, posisikan mur kontra yang juga berfungsi sebagai pengikat rumah sakelar.

Lanjut ke sakelar tuas rem depan. Sebelum ganti, cek dulu kondisi tuas rem. Apakah tampak kendur, atau tatakan tombol sakelar sudah mulai aus dan minta diganjal biar rata.

About yudhaanggara147

Diem bukan berarti pendiem

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s